Minggu, 15 Desember 2013

G. Budaya Akademik

F. Akulturasi pelaksanaan pancasila
Pancasila sebagai dasar filsafat Negara, pandangan hidup serta ideology bangsa dan Negara harus diujudkan dan diaktulisasi dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara Akulturasi adalah sesuatu  mengaktualkan, aktualisasi nilai-nilai pacasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara harus dapat mencerminkan nilai-nilai pacasila untuk mencapai keinginan pribadi dengan mengajak orang mengamalkan nilai-nilai pancasila oleh sebab itu, merealisasikan pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, bernegara, dan bernegara secara sesungguhnya dapat dibedakan atas dua macam, yaitu aktualisasi objektif dan aktualisasi subjektif. Aktualisasi pancasila yang objektif adalah pelaksanaan pacasila dalam bentuk realisasi dalam setiap aspek peyelenggaraan Negara, baik di bidang legislative, eksekutif, yudikatif mampu semua bidang kekegaraan lainnya.
Aktualisasi pancasila yang subyektif adalah pelaksanaan pancasila dalam setiap pribadi, perseorangan, setiap warga Negara, setiap individu, setiap penduduk, setiap penguasa dan setiap orang Indonesia.
Realisasi pelaksanaan pancasila yang subyektif dilakukan secara berangsur-rangsur dengan jalan pendidikan di sekolah, dalam masyarakat, dalam keluarga, sehingga dapat di peroleh berturut-turut :
·         Pengetahuan
·         Kesadaran
·         Ketaatan
·         Kemampuan
·         Mentalis
Hakikat manusia yang berwartak, berhati nurani pancasila ialah berhasrat mutlak untuk memenuhi moral pancasila yang selalu memenuhi kebutuhan hidup raga dan jiwanya, kebutuhan hidup individu dan sosialnya, kebutuan hidup religiusnya dalam keseimbangan yang harmonis, dinamis, dan kebahagiaan yang sempurna.
Di dalam memenuhi segala kebutuhan hidup tersebut selalu bersedia dan mampu melakukan perbuatan
1.       Atas dasar keputusan akal yang tertuju kepada kenyataan
2.       Membatasi diri dalam hal kenikmatan, sehingga dimiliki tabiat soleh kesederhanaan
3.       Membatasi diri dalam hal menghindari penderita
4.       Memberikan sebagai wajibnya kepada orang lain apa yang menjadi hak









                Perguruan tinggi memiliki tiga tugas pokok yang disebut Tridarma perguruan tinggi yang meliputi pendidikan tinggu, penelitian. Dan pengabdian kepada masyarakat. suatu perguruan tinggi adalah insan-insan yang memiliki wawasan dan intergritas ilmiah. Oleh karena itu akademik harus senantiasa mengembangkan budaya ilmiah yang merupakan esensi pokok dari aktivitas perguruan tinggi yakni kritis, kreatif, objektif, analitis, kontruktif, dinamis, dialogis, menerima kritik, menghargai prestasi ilmiah/akademik, bebas dari prasangka, menghargai waktu, memiliki dan menjunjung tinggi tradisi ilmiah, beroritasi ke masa depan kesejawatan/kemitraan.
                Dalam kaitannya dengan nilai-nilai pancasila ruang lingkup pemikiran akademik menurut pranarka adalah sebagai berikut
1.       Pengelolahan ilmiah mengenai pancasila
2.       Mengukapkan ajaran yang terkandung dalam pancasila
3.       Renungan refleksi dan sistematis mengenai pancasila yang sifatnya diolah dengan keyakinan-keyakinan pribadi mengenai kebenaran-kebenaran yang sifatnya mendasar
4.       Studi perbandingan ajaran pancasila dengan ajaran lain
5.       Pengelolahan ilmiah mengenai pelaksanaan pancasila

Jadi masyarakat kampus sebagai masyarakat ilmiah harus benar-benar mengamalkan budaya akademik, terutama untuk tidak terjebak pada politik praktis dalam arti terjebak pada legislative kepentingan pengusa. Kampus harus terhidar dari dari kiprah tarik-menarik kekuasaan dalam pertentangan politik, oleh karena itu sikap masyarakat kampus tidak boleh tercemar oleh kepentingan-kepentian politik penguasa sehingga benar-benar luhur dan mulia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar